Menjaga memori itu tetap hidup

Ternyata aku rindu sosok yang memahami ku saat aku kolaps, achienty, tak nyaman dengan keadaan. Memang hanya dia yang paham. 
Karena dia sudah tiada, aku harus terus menghidupkan nya dalam memori ku, karena dengan itu aku tenang. 

Zero Mind Process menurut ku

Zero Mind Process dalam beberapa istilah ditaukan dengan kebersihan jiwa, sikap pasrah dan sejawatnya. Tentunya ada proses-proses untuk mencapai hal tersebut. Seperti positive thinking, mempunyai prinsip hidup, pengaruh pengalaman, kepentingan, sudut pandang dan pembanding. 

Tentunya langkah-langkah tersebut diciptakan untuk dilampaui agar bisa mencapai Zero Mind Process dengan mindset orang yang menteorikan langkah tersebut. 

Disini saya tidak mau mengcounter hal diatas karena hal tersebut adalah hak yang harus dihargai dan dijadikan referensi berpikir tanpa harus mempengaruhi cara kita berpikir. 

Zero Mind Process yang saya pribadi alami bukan tentang pembersihan jiwa atau tentang pasrah. Karena lebih ke clear mindset. Tidak ada positif atau negatif, melihat semua hal dari sisi yang komprehensif bukan menjadi subjek tapi menjadi pengamat akan apa yang subjek alami. Aku yang bukan merasakan sakit hati atau gegap gembira tapi aku yang sadar bahwa aku sedang sedih atau senang. Tidak masuk dalam emosi tersebut tapi menjadi penyimak akan apa yang terjadi. 

Yes, itu zero mind process yang saya alami. 

Tentang mimpi-mimpi dan cita-cita.

Hidupmu adalah milikmu sepenuhnya, jangan pernah ceritakan mimpi-mimpi dan cita-citamu yang kamu anggap sangat tinggi tapi bisa tergapai pada orang lain, meskipun dia ialah pasanganmu sendiri. 
Karena pada dasarnya dirimu adalah otoritas yang bebas dalam menentukan jalan hidup, kamu mungkin akan dianggap orang tolol, pemimpi bodoh, atau mungkin orang yang stres. Tapi yakinlah percayai apa yang sudah kamu yakini. Ceritakanlah mimpi-mimpi dan cita-citamu pada bintang, angin serta langit, karena mereka akan setia tanpa ada cacian padamu.

Definisi Tuhan pun akan berbeda pada setiap individu, dalam dialog yang terkenal ada sebuah kalimat yang begitu mencerahkan bagiku yaitu: 

TUHAN ITU ADA DUA, TUHAN YANG KITA CIPTAKAN DAN TUHAN YANG SEBENARNYA

Kalimat di atas cukup powerfull untuk membuat pikiran dan perasaanku berdistorsi sangat cepat, karena aku selalu memikirkan hal yang sama, apakah Tuhanku sama dengan Tuhan kalian. Sebab kitalah yang menciptakan Tuhan itu berdasarkan pengalaman yang kita lalui. Lantas Tuhan yang sebenarnya selama ini ? ? ? 



Kita harus terkoneksi denganNYA entah dengan cara apapun, karena keyakinanku DIA akan membimbing kita kepada jalaNYA jika kita bisa terlepas dari lekatnya dogma yang ada. Karena kita sudah dijajal didalam pikiran kita, hingga kita tidak bisa menemukan jalan tersebut. DIA yang tidak butuh kita sembah, DIA yang menyediakan segalanya bagi kita agar kita bisa benar-benar kembali kepadaNYA. 

to be continue